Logo SantriDigital

merenungi hakikat umur

Ceramah
I
Indah Rachmawati
4 Mei 2026 5 menit baca 1 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين، سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين، سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. أَمَّا بَعْدُ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ * يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ. (Surah Al-Hajj: 1-2) رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. Hadirin wal hadirat, kaum muslimin wal muslimat yang dirahmati Allah Ta'ala. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga pada kesempatan yang berbahagia ini kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini dalam rangka menimba ilmu, meningkatkan keimanan, dan mempererat tali silaturahmi. Tak lupa shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi besar Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman. Yang terhormat Bapak/Ibu, para tokoh agama, para alim ulama, para sesepuh, dan seluruh hadirin jamaah sekalian yang saya muliakan. Merupakan sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi saya dapat berdiri di hadapan Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian untuk menyampaikan sedikit tausiyah yang semoga bermanfaat bagi kita semua. Kehadiran Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian dalam majelis ini adalah bukti kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya, serta bukti semangat kita untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Pada kesempatan yang singkat ini, izinkanlah saya mengajak kita sekalian untuk bersama-sama merenungi sebuah tema yang sangat fundamental dalam kehidupan kita, yaitu tentang hakikat umur. Umur, sebuah anugerah yang tak ternilai harganya dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kita sering kali membicarakan tentang panjang umur, namun apakah kita sudah pernah benar-benar merenungi makna dan hakikat dari umur yang Allah berikan kepada kita? Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-A'la ayat 16: بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا. "Bahkan kamu (manusia) memilih kehidupan duniawi." Ayat ini mengingatkan kita bahwa seringkali kita begitu terbuai oleh kesibukan duniawi, melupakan hakikat perjalanan hidup yang sebenarnya. Umur kita, setiap detiknya, setiap menitnya, setiap jamnya, adalah modal berharga yang Allah titipkan. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari: عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، اَلصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ. "Dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu di dalamnya adalah nikmat sehat dan nikmat waktu luang." Di desa kita tercinta ini, Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian, mungkin kita lebih sering merasakan bagaimana kerasnya bekerja mencari nafkah. Namun, di tengah kesibukan itu, seringkali kita lupa bahwa waktu luang yang Allah berikan, terutama saat sehat, adalah kesempatan emas untuk mempersiapkan diri menuju kehidupan abadi. Kita seringkali menganggap remeh waktu, seolah-olah waktu itu tak terbatas, padahal usia kita terus berjalan mundur menuju akhir. Pernahkah kita bertanya pada diri sendiri, sudah berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk hal yang bermanfaat di dunia dan akhirat? Berapa banyak ilmu yang sudah kita gali? Berapa banyak amal shaleh yang sudah kita kerjakan? Berapa banyak senyuman yang sudah kita tebarkan untuk sesama? Hakikat umur sejatinya adalah sebuah kesempatan. Kesempatan untuk beribadah kepada Allah, kesempatan untuk berbuat baik, kesempatan untuk menebar kebaikan, kesempatan untuk belajar dan mengajarkan ilmu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim: إِذَا مَاتَ اَلْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ. "Apabila seorang manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shaleh yang mendoakannya." Ini adalah peringatan keras bagi kita. Ketika ajal menjemput, semua amal di dunia akan terhenti. Hanya tiga perkara inilah yang akan terus mengalir pahalanya. Maka, di sela-sela waktu yang Allah berikan, mari kita manfaatkan untuk menanam amal-amal tersebut. Membangun masjid, menyumbangkan ilmu yang kita miliki kepada anak-anak kita atau generasi muda, mendidik anak-anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Bukankah ini adalah investasi terbaik untuk masa depan kita di akhirat kelak? Banyak dari kita yang bercita-cita ingin memiliki umur panjang. Namun, panjang umur itu sendiri bukanlah tujuan utama. Tujuan utama adalah bagaimana umur yang panjang itu diisi dengan keberkahan dan ketaatan kepada Allah. Lebih baik umur yang pendek namun penuh makna dan amal shaleh, daripada umur yang panjang namun terbuang sia-sia tanpa bekal yang cukup untuk akhirat. Hadirin sekalian, Mari kita renungkan kembali hikmah di balik setiap detik yang berlalu. Setiap helaan napas adalah reminder dari Allah bahwa kita masih diberi kesempatan. Kesempatan untuk bertaubat, kesempatan untuk memperbaiki kesalahan, kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri. Jangan sampai kita menyesal kelak, ketika ruh sudah terbujur kaku di hadapan Allah. Seperti yang digambarkan dalam firman-Nya dalam surat Al-Mu'minun ayat 99-100: حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ * لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ. "Hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, berkatalah ia: ‘Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang saleh terhadap apa yang telah aku tinggalkan’. sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah perkataan yang dia mengucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan." Betapa berharganya kesempatan yang kita miliki saat ini. Marilah kita gunakan sisa umur yang Allah berikan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, untuk berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya, untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin. Jadikan setiap detik berharga dengan zikir, tafakur (merenung), dan amal shaleh. Kiranya hanya ini yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga apa yang telah kita dengar bersama dapat menjadi pengingat dan motivasi bagi kita semua untuk senantiasa merenungi hakikat umur dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Marilah kita tutup perjumpaan ini dengan memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar senantiasa memberikan kita taufik dan hidayah-Nya, serta kekuatan untuk mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan. Ya Allah, Tuhan kami, Ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, serta dosa seluruh kaum muslimin dan muslimat. Ya Allah, berikanlah kami kesehatan, limpahkanlah rezeki yang berkah, dan jadikanlah umur kami umur yang bermanfaat di dunia dan akhirat. Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang senantiasa mensyukuri nikmat-Mu, dan tidak menyia-nyiakan waktu yang Engkau berikan. Ya Allah, kabulkanlah segala permohonan kami. Terima kasih atas perhatiannya. Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat tutur kata yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian, karena keterbatasan ilmu dan kemampuan saya. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →